"Rahasia Kasih"

You're it, showed me how beautiful life can be when I had given up hope. You're it, I live how I am. You are to me the closeness and security. You're there, I always daily energy. Thank you from my heart! or here ... I thank you for the wonderful hours ... I thank you for your openness ... I thank you for your confidence ... I thank Gov. .. I just thank you for everything! YOU are something very special in my life! I am glad that I've Register .. I Love You.....

Sonntag, 19. Oktober 2008

Wortel, Telur dan Kopi

pengarang : Alice Smith

Sepotong wortel, sebutir telur, dan secangkir kopi..... Engkau tidak akan memiliki pandangan yang sama lagi terhadap secangkir kopi setelah membaca artikel ini.

Seorang wanita muda menemui ibunya untuk menceritakan jalan hidup nya dan mengeluh bagaimana susah nya hidup nya. Dia tidak tau apakah dia sanggup menempuh jalan hidup nya atau dia hendak menyerah saja. Dia sudah capek menjalani nya. Sepertinya satu persoalnya terjawab, yang lain sudah menunggu.

Sang ibu membawa anak perempuannya ini ke dapur. Sang ibu mengisi tiga panci dengan air dan menaruhnya di atas kompor dan di panaskan dengan api yang besar. Setelah ketiga nya mendidih, sang ibu manaruh beberapa buah wortel di panci pertama, beberapa butir telur di panci kedua, dan beberapa sendok kopi di panci ketiga. Lalu ia mendiamkan nya sampai mendidih tanpa berkata apa-apa.

Setelah 20 menit berlalu, sang ibu mematikan kompor itu dan meletakan wortel, telur, dan kopi di mangkok masing-masing. Lalu dia bertanya kepada anak ini, apa yang kamu liat?

"Wortel, telur, dan kopi", jawab sang anak.

Sang ibu membawa anaknya lebih dekat lagi untuk melihat kembali dengan seksama dan meminta anak ini untuk menjamah wortel tersebut. Sang anak sadar wortel itu berubah dari keras menjadi empuk. Kemudian sang ibu minta anak ini untuk mengambil telur dan memecahkan nya. Setelah mengupas kulitnya, sang anak melihat telur yang keras dan matang. Kemudian sang ibu meminta anak ini untuk merasakan kopi nya. Sang anak tersenyum setelah mencium aroma sedap kopi itu. Lalu ia bertanya kepada ibunya, "Apakah artinya semua nya ini, Bu?"

Sang ibu menjelaskan bahwa setiap obyek tersebut memiliki tantangan yang sama, yaitu: air mendidih. Tetapi setiap obyek memiliki reaksi yang berbeda.

Wortel yang tadinya keras dan kuat, setelah di rebus dengan air mendidih, menjadi lunak dan lemah.


Telur yang tadi nya sangat mudah pecah, kulit nya yang tipis melindungi isinya yang cair, setelah direbus dengan air mendidih, isinya yang tadi nya berair menjadi keras.

Bubuk kopi sangat unik. Setelah direbus dengan air mendidih, bubuk kopi itu yang merubah air tersebut. Bukan hanya merubah air yang merebus nya, tapi juga menghasilkan aroma yang sedap.

"Engkau mencerminkan obyek yang mana, anakku?". Ketika tantangan menghalang jalan hidupmu, bagaimana reaksi mu?

Kamu seperti wortel, telur atau bubuk kopi itu?

Pikirkanlah: apakah aku ini seperti wortel yang kelihatannya kuat, tetapi ketika menghadapi tantangan, aku menjadi lunak dan lemah?

Atau apakah aku ini memiliki hati yang lembut tetapi dapat berubah menjadi keras setiap kali mengalami panas nya susana? Apakah aku memiliki roh yang lembut, tetapi setelah mengalami kegagalan, kesulitan keuangan, penyakit, dan tantangan yang laen nya menjadi keras?



Atau seperti bubuk kopi kan aku ini? Bubuk kopi itulah yang merubah air yang sebenernya membawa tantangan baginya. Dan ketika air itu menjadi panas mendidih, bahkan melepaskan aroma sedap nya kopi tersebut. Kalo engkau seperti bubuk kopi itu, ketika engkau mengalami kejadian terburuk dalam hidup mu sekalipun, engkau menjadi lebih baik dan bahkan sanggup merubah situasi di sekitar mu.

Bagaimanakah anda menghadapi tantangan hidup? Apakah anda seperti wortel, telur, atau bubuk kopi?

Labels:

Sonntag, 24. August 2008

Beban Berat

Setelah aku baca artikel yang INDAH ini aku merasa di kuatkan sekali dan aku sadar bahwa setiap beban hidup yang aku panggul di pundakku dan aku tanggung selama ini pasti ada jalan keluarnya jikalau aku berharap padaNYA. Dan aku belajar untuk selalu melihat ke bawah dimana masih banyak orang-orang yang menderita dan membutuhkan uluran tangan sesamanya yang perduli akan mereka. Disaat aku menyadari dan terbuka mata hatiku aku mennagis dan bersyukur atas semua berkat yang sudah aku terima saat ini, tapi apabila aku melihat ke atas aku semakin terpuruk hampir hancur dan aku bersyukur karena aku masih bisa melihat kebawah dan melihat masa kecilku dimana aku di besarkan dengan penuh perjuangan hidup yang membuat aku tegar dan kuat serta bangga dengan kedua orang tuaku walau mereka hanya hidup sederhana tapi mereka bisa membesarkan semua anaknya dengan penuh kasih sayang dan tanggung jawab. Ajar aku Tuhan supaya aku bisa seperti mereka menjadi orang tua yang bisa mendidik anakku dengan penuh kasih sayang dan cinta kasih serta tegar dan kuat untuk menjalani hidup ini selanjutnya amin.


"Beban Berat"

Beban berat (Anonim) "Mengapa bebanku berat sekali?" aku berpikir sambil membanting pintu kamarku dan bersender. "Tidak adakah istirahat dari ini?" Aku menghempaskan badanku ke ranjang, menutupi telingaku dengan bantal.

"Ya Tuhan," aku menangis, "biarkan aku tidur. Biarkan aku tidur dan tidak pernah bangun kembali!"

Dengan tersedu-sedu, aku mencoba untuk meyakinkan diriku untuk melupakan, tiba-tiba gelap mulai menguasai pandanganku. Lalu, suatu cahaya yang sangat bersinar mengelilingiku ketika aku mulai sadar. Aku memusatkan perhatianku pada sumber cahaya itu. Sesosok pria berdiri di depan salib.

"Anakku," orang itu bertanya, "mengapa engkau datang kepadaKu sebelum Aku siap memanggilmu?"

"Tuhan, aku mohon ampun. Ini karena... aku tidak bisa melanjutkannya. Kau lihat betapa berat hidupku. Lihat beban berat di punggungku. Aku bahkan tidak bisa mengangkatnya lagi."

"Tetapi, bukankah Aku pernah bersabda kepadamu untuk datang kepadaku semua yang letih lesu dan berbeban berat, karena Aku akan memberikan kelegaan kepadamu. Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Kupun ringan."

"Aku tahu Engkau pasti akan mengatakan hal itu. Tetapi kenapa bebanku begitu berat?"

"AnakKu, setiap orang di dunia memiliki beban. Mungkin kau ingin mencoba salib yang lain?"

"Aku bisa melakukan hal itu?"

Ia menunjuk beberapa salib yang berada di depan kakiNya. "Kau bisa mencoba semua ini."

Semua salib itu berukuran sama. Tetapi setiap salib tertera nama orang yang memikulnya.

"Itu punya Joan," kataku. Joan menikah dengan seorang kaya raya. Ia tinggal di lingkungan yang nyaman dan memiliki 3 anak perempuan yang cantik dengan pakaian yang bagus-bagus. Kadang kala ia menyetir sendiri ke gereja dengan mobil Cadillac suaminya kalau mobilnya rusak.

"Umm, aku coba punya Joan." Sepertinya hidupnya tenang-tenang saja. Seberat apa beban yang Joan panggul? pikirku.

Tuhan melepaskan bebanku dan meletakkan beban Joan di pundakku. Aku langsung terjatuh seketika.

"Lepaskan beban ini!" teriakku. "Apa yang menyebabkan beban ini sangat berat?"

"Lihat ke dalamnya."

Aku membuka ikatan beban itu dan membukanya. Di dalamnya terdapat gambaran ibu mertua Joan, dan ketika aku mengangkatnya, ibu mertua Joan mulai berbicara, "Joan, kau tidak pantas untuk anakku, tidak akan pernah pantas. Ia tidak seharusnya menikah denganmu. Kau adalah wanita yang terburuk untuk cucu-cucuku..."

Aku segera meletakkan gambaran itu dan mengangkat gambaran yang lain. Itu adalah Donna, adik terkecil Joan. Kepala Donna dibalut sejak operasi epilepsi yang gagal itu.

Gambaran yang ketiga adalah adik laki-laki Joan. Ia kecanduan narkoba, telah dijatuhi hukuman karena membunuh seorang perwira polisi.

"Aku tahu sekarang mengapa bebannya sangat berat, Tuhan. Tetapi ia selalu tersenyum dan suka menolong orang lain. Aku tidak menyadarinya..."

"Apakah kau ingin mencoba yang lain?" tanya Tuhan dengan pelan.

Aku mencoba beberapa. Beban Paula terasa sangat berat juga : Ia memelihara 4 orang anak laki-laki tanpa suami. Debra punya juga demikian : masa kecilnya yang dinodai olah penganiayaan seksual dan menikah karena paksaan. Ketika aku melihat beban Ruth, aku tidak ingin mencobanya. Aku tahu di dalamnya ada penyakit Arthritis, usia lanjut, dan tuntutan bekerja penuh sementara suami tercintanya berada di Panti Jompo.

"Beban mereka semua sangat berat, Tuhan" kataku. "Kembalikan bebanku"

Ketika aku mulai memasang bebanku kembali, aku merasa bebanku lebih ringan dibandingkan yang lain.

"Mari kita lihat ke dalamnya," Tuhan berkata.

Aku menolak, menggenggam bebanku erat-erat. "Itu bukan ide yang baik," jawabku,

"Mengapa?"

"Karena banyak sampah di dalamnya."

"Biar Aku lihat"

Suara Tuhan yang lemah lembut membuatku luluh. Aku membuka bebanku.

Ia mengambil satu buah batu bata dari dalam bebanku.

"Katakan kepadaKu mengenai hal ini."

"Tuhan, Engkau tahu itu. Itu adalah uang. Aku tahu kalau kami tidak semenderita seperti orang lain di beberapa negara atau seperti tuna wisma di sini. Tetapi kami tidak memiliki asuransi, dan ketika anak-anak sakit, kami tidak selalu bisa membawa mereka ke dokter. Mereka bahkan belum pernah pergi ke dokter gigi. Dan aku sedih untuk memberikan mereka pakaian bekas."

"AnakKu, Aku selalu memberikan kebutuhanmu.... dan semua anak-anakmu. Aku selalu memberikan mereka badan yang sehat. Aku mengajari mereka bahwa pakaian mewah tidak membuat seorang berharga di mataKu."

Kemudian ia mengambil sebuah gambaran seorang anak laki-laki. "Dan yang ini?" tanya Tuhan.

"Andrew..." aku menundukkan kepala, merasa malu untuk menyebut anakku sebagai sebuah beban.

"Tetapi, Tuhan, ia sangat hiperaktif. Ia tidak bisa diam seperti yang lain, ia bahkan membuatku sangat kelelahan. Ia selalu terluka, dan orang lain yang membalutnya berpikir akulah yang menganiayanya. Aku berteriak kepadanya selalu. Mungkin suatu saat aku benar-benar menyakitinya..."

"AnakKu," Tuhan berkata. "jika kau percayakan kepadaKu, aku akan memperbaharui kekuatanmu, dan jika engkau mengijinkan Aku untuk mengisimu dengan Roh Kudus, aku akan memberikan engkau kesabaran."

Kemudian Ia mengambil beberapa kerikil dari bebanku.

"Ya, Tuhan.." aku berkata sambil menarik nafas panjang.

"Kerikil-kerikil itu memang kecil. Tetapi semua itu adalah penting. Aku membenci rambutku. Rambutku tipis, dan aku tidak bis membuatnya kelihatan bagus. Aku tidak mampu untuk pergi ke salon. Aku kegemukan dan tidak bisa menjalankan diet. Aku benci semua pakaianku. Aku benci penampilanku!"

"AnakKu, orang memang melihat engkau dari penampilan luar, tetapi Aku melihat jauh sampai ke dalamnya hatimu. Dengan Roh Kudus, kau akan memperoleh pengendalian diri untuk menurunkan berat badanmu. Tetapi keindahanmu tidak harus datang dari luar. Bahkan, seharusnya berasal dari dalam hatimu, kecantikan diri yang tidak akan pernah hilang dimakan waktu. Itulah yang berharga di mataKu."

Bebanku sekarang tampaknya lebih ringan dari sebelumnya.

"Aku pikir aku bisa menghadapinya sekarang," kataku,

"Yang terakhir, berikan kepadaKu batu bata yang terakhir." kata Tuhan.

"Oh, Engkau tidak perlu mengambilnya. Aku bisa mengatasinya."

"AnakKu, berikan kepadaKu." Kembali suaraNya membuatku luluh. Ia mengulurkan tangaNya, dan untuk pertama kalinya Aku melihat lukaNya.

"Tetapi Tuhan, bebanku ini kotor dan mengerikan, jadi Tuhan....Bagaimana dengan tanganMu? TanganMu penuh dengan luka!!"

Aku tidak lagi memperhatikan bebanku, aku melihat wajahNya untuk pertama kalinya. Dan pada dahiNya, kulihat luka yang sangat dalam... tampaknya seseorang telah menekan mahkota duri terlalu dalam ke dagingNya.

"Tuhan," aku berbisik. "Apa yang terjadi dengan Engkau?"

MataNya yang penuh kasih menyentuh kalbuku.

"AnakKu, kau tahu itu. Berikan kepadaku bebanmu. Itu adalah milikKu. Aku telah membelinya."

"Bagaimana?"

"Dengan darahKu"

"Tetapi kenapa Tuhan?"

"Karena aku telah mencintaimu dengan cinta abadi, yang tak akan punah dengan waktu. Berikan kepadaKu."

Aku memberikan bebanku yang kotor dan mengerikan itu ke tanganNya yang terluka. Beban itu penuh dengan kotoran dan iblis dalam kehidupanku : kesombongan, egois, depresi yang terus-menerus menyiksaku. Kemudian Ia mengambil salibku kemudian menghempaskan salib itu ke kolam yang berisi dengan darahNya yang kudus. Percikan yang ditimbulkan oleh salib itu luar biasa besarnya.

"Sekarang anakKu, kau harus kembali. Aku akan bersamamu selalu. Ketika kau berada dalam masalah, panggillah Aku dan Aku akan membantumu dan menunjukkan hal-hal yang tidak bisa kau bayangkan sekarang."

"Ya, Tuhan, aku akan memanggilMu."

Aku mengambil kembali bebanku.

"Kau boleh meninggalkannya di sini jika engkau mau. Kau lihat beban-beban itu? Mereka adalah kepunyaan orang-orang yang telah meninggalkannya di kakiKu, yaitu Joan, Paula, Debra, Ruth... Ketika kau meninggalkan bebanMu di sini, aku akan menggendongnya bersamamu. Ingat, kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Kupun ringan."

Seketika aku meletakkan bebanku, cahaya itu mulai menghilang. Namun, masih kudengar suaraNya berbisik, "Aku tidak akan meninggalkanmu, atau melepaskanmu."

Saat itu, aku merasakan damai sekali di hatiku.


Sumber: Air Hidup

Labels:

Montag, 11. August 2008

"Hingga Tetes Terahkir"

Pasar malam dibuka di sebuah kota. Penduduk menyambutnya dengan gembira. Berbagai macam permainan, stand makanan dan pertunjukan diadakan. Salah satu yang paling istimewa adalah atraksi manusia kuat. Begitu banyak orang setiap malam menyaksikan unjuk kekuatan otot manusia kuat ini. Manusia kuat ini mampu melengkungkan baja tebal hanya dengan tangan telanjang. Tinjunya dapat menghancurkan batu bata tebal hingga berkeping-keping. Ia mengalahkan semua pria di kota itu dalam lomba panco. Namun setiap kali menutup pertunjukkannya ia hanya memeras sebuah jeruk dengan genggamannya. Ia memeras jeruk tersebut hingga ke tetes terakhir. ' Hingga tetes terakhir', pikirnya.Manusia kuat lalu menantang para penonton : "Hadiah yang besar kami sediakan kepada barangsiapa yang bisa memeras hingga keluar satu tetes saja air jeruk dari buah jeruk ini!"Kemudian naiklah seorang lelaki, seorang yang atletis, keatas panggung. Tangannya kekar. Ia memeras dan memeras... dan menekan sisa jeruk... tapi tak setetespun air jeruk keluar.

Sepertinya seluruh isi jeruk itu sudah terperas habis. Ia gagal. Beberapa pria kuat lainnya turut mencoba, tapi tak ada yang berhasil.Manusia kuat itu tersenyum-senyum sambil berkata : "Aku berikan satu kesempatan terakhir, siapa yang mau mencoba?" Seorang wanita kurus setengah baya mengacungkan tangan dan meminta agar ia boleh mencoba. "Tentu saja boleh nyonya. Mari naik ke panggung. "Walau dibayangi kegelian di hatinya, manusia kuat itu membimbing wanita itu naik keatas panggung. Beberapa orang tergelak-gelak mengolok-olok wanita itu. Pria kuat lainnya saja gagal meneteskan setetes air dari potongan jeruk itu apalagi ibu kurus tua itu. Itulah yang ada di pikiran penonton. Wanita itu lalu mengambil jeruk dan menggenggamnya.

Semakin banyak penonton yang menertawakannya. Ia memegang sebelah pinggirnya, mengarahkan amas jeruk ke arah tengah, demikian terus ia ulangi dengan sisi jeruk yang lain. Ia terus menekan serta memijit jeruk itu, hingga akhirnya memeras... dan "ting!" setetes air jeruk muncul terperas dan jatuh diatas meja panggung. Penonton terdiam terperangah. Lalu cemoohan segera berubah menjadi tepuk tangan riuh."Nyonya, aku sudah melakukan pertunjukkan semacam ini ratusan kali. Dan, banyak orang pernah mencobanya agar bisa membawa pulang hadiah uang yang aku tawarkan, tapi mereka semua gagal. Hanya Anda satu-satunya yang berhasil memenangkan hadiah itu. Boleh aku tahu, bagaimana Anda bisa melakukan hal itu?""Begini," jawab wanita itu, "Aku adalah seorang janda yang ditinggal mati suamiku. Aku harus bekerja keras untuk mencari nafkah bagi hidup kelima anakku. Jika kau memiliki tanggungan beban seperti itu, kau akan mengetahui bahwa selalu ada tetesan air walau itu di padang gurun sekalipun. Kau juga akan mengetahui jalan untuk menemukan tetesan itu. Jika hanya memeras setetes air jeruk dari ampas yang kau buat, bukanlah hal yang sulit bagiku".Selalu ada tetes setelah tetesan terakhir.

Aku telah ratusan kali mengalami jalan buntu untuk semua masalah serta kebutuhan yang keluargaku perlukan. Namun hingga saat ini aku selalu menerima tetes berkat untuk hidup keluargaku. Aku percaya Tuhanku hidup dan aku percaya tetesan berkatNya tidak pernah kering, walau mata jasmaniku melihat semuanya telah kering. Aku punya alasan untuk menerima jalan keluar dari masalahku. Saat aku mencari, aku menerimanya karena ada Pribadi yang mengasihiku."Bila anda memiliki alasan yang cukup kuat, Anda akan menemukan jalannya", demikian kata seorang bijak.

Seringkali kita tak kuat melakukan sesuatu karena tak memiliki alasan yang cukup kuat untuk menerima hal tersebut. (Bits&Pieces, The Economics Press)."Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu. Karena setiap orang yang meminta, menerima dan setiap orang yang mencari, mendapat dan setiap orang yang mengetok, baginya pintu dibukakan. Adakah seorang dari padamu yang memberi batu kepada anaknya, jika ia meminta roti, atau memberi ular, jika ia meminta ikan? Jadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang disorga! Ia akan memberikan yang baik kepada mereka yang meminta kepada-Nya." (Matius 7:7-11)


Sumber : Air Hidup

Labels:

Donnerstag, 31. Juli 2008

The Broken Heart


Author: Jonathan Tek

A normal heart or a happy one, without any troubles, without any pressure or trouble, it’s like a shiny glass heart filled with joy and happiness. But in our lives, sometimes our normal heart can be broken, maybe by family, friends, or loved ones.
After the heart is broken into pieces like a glass heart that shatters after a fall, how in the world does God fix it back again?

A lot of people usually just dwell on the broken heart and use glue to put it back together, but it is always imperfect, it will fall once in a while and no joy or happiness can stay in that glue fixed heart.

Just imagine first, how do they recycle glass? Well the answers are heat, intense heat, or even chemical “cleaning” chemical to make the glass clean and clear. And that my brothers and sisters, are the process that a lot of people shun. No one is happy if they are put into a place known by many as “Hell on earth”. Thats why many just simply put all the healing in their hands and not God's hands.After a broken heart, the only way God will put it back again is to put it in heat a.k.a trials! To mold it back like it is before and of course to fill the heart with something better than joy and happiness, and that is the LOVE of Jesus Christ!

After a broken heart, the only way God will put it back again is to put it in heat a.k.a trials! To mold it back like it is before and of course to fill the heart with something better than joy and happiness, and that is the LOVE of Jesus Christ! So in short, how does Jesus get into your heart? Well of course through a broken heart.

So all those people who have a broken heart please don’t fret. Keep on going because only with your broken heart can God do something in your life, to make you stronger than before. And of course don’t forget to ask Him to come in to your life and trust Him for the fixing, for everything will be better!

So all those people who have a broken heart please don’t fret. Keep on going because only with your broken heart can God do something in your life, to make you stronger than before. And of course don’t forget to ask Him to come in to your life and trust Him for the fixing, for everything will be better!

Labels:

Freitag, 4. Juli 2008

Allah melupakan dosa kita

Ada sebuah cerita tentang seorang pendeta yang pada masa mudanya telah melakukan dosa yang menurutnya sangat hina. Dia telah memohon ampun pada Allah, namun sepanjang hidupnya dia belum merasa tenang. Ia terus membawa beban dosa ini. Ia tidak benar-benar yakin bahwa Allah telah mengampuni dosanya.

Suatu ketika ia mendengar bahwa salah satu jemaatnya, seorang wanita tua, mempunyai karunia penglihatan dan dapat berbicara dengan Tuhan. Ia mengunjungi wanita ini dan bercakap-cakap dengannya. Di akhir kunjungannya, sang pendeta bertanya,

"Apakah Anda sering mendapat penglihatan?"

"Ya, Pak pendeta," jawab wanita tua ini.

"Apakah Anda juga dapat berbicara dengan Tuhan?"

"Ya," jawabnya lagi.

"Begini, Bu.. pada saat nanti Anda sedang berbicara dengan Tuhan, maukah Anda menolong saya menanyakan sesuatu kepada Tuhan?"

Wanita ini terkejut karena sebelumnya tidak ada yang meminta hal ini kepadanya. "Ya, dengan senang hati dan apakah yang ingin Anda tanyakan pada-Nya?"

"Tolong tanyakan dosa apakah yang telah saya lakukan pada waktu saya masih muda."

Wanita ini menyetujui. Selang beberapa waktu kemudian, sang pendeta mengunjungi wanita ini lagi. Setelah meminum tehnya, ia bertanya dengan hati-hati dan sedikit takut, "Apakah Anda sudah mendapat penglihatan akhir-akhir ini?"

"Ya, Pak pendeta." "Apakah Anda juga sudah bercakap-cakap dengan Tuhan?"

"Ya..."

"Lalu, sudahkah Anda menanyakan dosa apa yang sudah saya perbuat di masa muda saya?"

"Saya sudah menanyakannnya."

Pendeta ini terdiam beberapa saat lalu bertanya lagi, "Tuhan menjawab apa?"

Sambil memandang sang pendeta, wanita ini menjawab dengan lembut,

"Tuhan berkata bahwa Ia tidak mengingatnya lagi."

Saudara, Allah tidak hanya mengampuni setiap dosa dan pelanggaran kita. Tapi Dia juga memilih untuk melupakannya. Semua dosa kita sudah dibuang ke tubir laut yang paling dalam. Jangan lagi kita mau dilumpuhkan oleh dosa masa lalu kita.

Ini adalah kenyataan yang terindah yaitu bahwa Allah telah benar-benar mengampuni kita. Kitapun harus mau dan sanggup untuk mengampuni sesama. Dan bukan hanya mengampuni tetapi juga kita harus mampu melupakan seperti yang sudah Allah lakukan untuk kita.


{sumber : Kisah Kasih Allah}

Labels:

Mittwoch, 4. Juni 2008

Apa arti hidupmu??


pengarang : Pinkrose

Setelah mengalami banyak kejadian yang membawa kita dekat dengan maut seperti tsunami, gempa, topan, badai, kecelakaan pesawat terbang, tenggelamnya kapal laut, flu burung, dan lain sebagainya, banyak orang mulai berpikir. Sebenarnya, apakah arti hidup ini? Bagaiamana nanti nasib saya nanti? Apakah yang akan saya lakukan supaya saya bisa mendapatkan arti hidup ini? Apakah yang harus saya lakukan supaya saya tidak takut bila maut datang menjemput saya? Banyak orang sangat takut mendengar kata maut ataupun kematian. Mereka pikir itulah akhir dari segalanya. Mengapa mereka takut? Karena mereka belum menemukan dan menjalani hidup yang berarti.

Kebanyakan orang masih dalam proses pencarian arti hidup. Mereka tidak tahu mau kemana dan belum siap. Bagaimana menjalani hidup yang berarti itu? Hidup yang berarti, bukan diukur dari berapa lamanya kita hidup, tapi kualitas kehidupan yang kita jalani. Banyak orang berpikir, mendapatkan hidup yang berarti itu ketika mereka bisa hidup sampai 100 tahun, punya tabungan yang banyak di bank, punya aset dan investasi dimana-mana, populer dan diseganai public dan lain sebagainya Tidak ada salahnya kita mendaptkan semua itu.

Tapi bagi orang beriman, hidup yang berarti itu tidak diukur dengan pencapaian-pencapaian tersebut. Bagi orang beriman, hidup yang berarti adalah hidup yang bergaul dan mengenal Allah secara pribadi Contohnya Henokh, kalupun dirata-ratakan dengan usia sekrang di hanya hidup sampai umur 30 an saja, namun dialah orang yang paling menikmati hidup ini karena ia bergaul dengan Allah. Dia tidak melakukan apa yang dikatakan dunia sebagai suatu pencapaian prestasi, tapi Allah mengatakan dia orang yang berkenan di hati Allah, karena itu Allah mengangkatnya. Paulus juga, orang yang tidak takut akan kematian. Justru ia berkata, “Bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan”.

Dia menikmati pelayanan yang dia lakukan untuk Kristus. Kapan pun maut menjemputnya ia siap. Apakah kita bisa berkata seperti itu? Jadi, kalau anda takut akan kematian ataupun lagi merenungkan apa arti hidup anda, tanyakan pada diri sendiri, apakah saya sudah hidup bergaul dengan Allah seperti Henokh dan sudah melayani Kristus seperti Paulus? Kalau anda sudah melakukannya. Jangan takut akan kematian. Hidup anda sangat berarti di hadapan Tuhan !!!

Pinkrose, Paris van Java, 22012007

Tuhan memberkati selalu …


{sumber : Bible}

Labels:

Dienstag, 13. Mai 2008

Tuhan Itu Ada

Seorang konsumen datang ke tempat tukang cukur untuk memotong rambut dan merapikan brewoknya. Si tukang cukur mulai memotong rambut konsumennya dan mulailahterlibat pembicaraan yang mulai menghangat. Mereka membicarakan banyak hal dan berbagai variasi topikpembicaraan, dan sesaat topik pembicaraan beralih tentang Tuhan.

Si tukang cukur bilang,"Saya tidak percaya Tuhan itu ada".

"Kenapa kamu berkata begitu ???" timpal si konsumen.

"Begini, coba Anda perhatikan di depan sana , di jalanan... untuk menyadari bahwa Tuhan itu tidak ada. Katakan kepadaku, jika Tuhan itu ada, Adakah yang sakit??, Adakah anak terlantar?? Jika Tuhan ada, tidak akan ada sakit ataupun kesusahan. Saya tidak dapat membayangkan Tuhan Yang Maha Penyayang akan membiarkan ini semua terjadi.

"Si konsumen diam untuk berpikir sejenak, tapi tidak merespon karena dia tidak ingin memulai adu pendapat.

Si tukang cukur menyelesaikan pekerjaannya dan si konsumen pergi meninggalkan tempat si tukang cukur.

Beberapa saat setelah dia meninggalkan ruangan itu dia melihat ada orang di jalan dengan rambut yang panjang, berombak kasar (mlungker-mlungker- istilah jawa-nya), kotor dan brewok yang tidak dicukur. Orang itu terlihat kotor dan tidak terawat.

Si konsumen balik ke tempat tukang cukur dan berkata, "Kamu tahu, sebenarnya TIDAK ADA TUKANG CUKUR.

"Si tukang cukur tidak terima," Kamu kok bisa bilang begitu ??". "Saya disini dan saya tukang cukur. Dan barusan saya mencukurmu!"

"Tidak!" elak si konsumen. "Tukang cukur itu tidak ada, sebab jika ada, tidak akan ada orang dengan rambut panjang yang kotor dan brewokan seperti orang yang di luar sana ", si konsumen menambahkan.

"Ah tidak, tapi tukang cukur tetap ada!", sanggah si tukang cukur. " Apa yang kamu lihat itu adalah salah mereka sendiri, kenapa mereka tidak datang ke saya", jawab si tukang cukur membela diri."Cocok!" kata si konsumen menyetujui. "Itulah point utama-nya!. Sama dengan Tuhan, TUHAN ITU JUGA ADA !Tapi apa yang terjadi... orang-orang TIDAK MAU DATANG kepada-NYA, dan TIDAK MAU MENCARI-NYA. Oleh karena itu banyak yang sakit dan tertimpa kesusahan di dunia ini."
Si tukang cukur terbengong !!!

{sumber : Evie Triana}

Labels:

Mittwoch, 23. April 2008

Si Tukang Kayu

Seorang tukang kayu tua bermaksud pension dari pekerjaannya di sebuah perusahaan kontruksi real estate. Ia menyampaikan keinginannya tersebut kepada pemilik perusahaan. Tentu saja, karena tak bekerja, ia akan kehilangan penghasilan bulanannya, tetapi keputusan itu sudah bulat. Ia merasa lelah. Ia ingin beristirahat dan menikmati sisa hari tuanya dengan penuh kedamaian bersama istri dan keluarganya.

Pemilik perusahaan merasa sedih kehilangan salah seorang pekerja terbaiknya. Ia lalu memohon pada si tukang kayu tersebut untuk membuatkan sebuah rumah untuk miliknya.

Tukang kayu mengangguk menyetujui permohonan pribadi pemilik perusahaan itu. Tapi, sebenarnya ia merasa terpaksa. Ia ingin segera berhenti. Hatinya tidak sepenuhnya dicurahkan. Dengan ogah-ogahan ia mengerjakan proyek itu. Ia Cuma menggunakan bahan-bahan sekedarnya.

Akhirnya selesailah rumah yang diminta. Hasilnya bukanlah sebuah rumah baik. Sungguh sayang ia harus mengakhiri karirnya dengan prestasi yang tidak begitu mengagumkan.

Ketika pemilik perusahan itu datang melihat rumah yang dimintainya, ia menyerahkan sebuah kunci rumah pada si tukang kayu. “Ini adalah rumahmu“ katanya ”hadiah dari kami”. Betapa terkejutnya si tukang kayu. Betapa malu dan menyesal. Seandainya saja ia mengetahui bahwa ia sesungguhnya mengerjakan rumah untuk dirinya, ia tentu akan mengerjakannya dengan cara yang lain sama sekali. Kini ia harus tinggal di sebuah rumah yang tak terlalu bagus hasil karyanya sendiri.

Itulah yang terjadi dalam kehidupan kita. Kadangkala, banyak dari kita yang membangun kehidupan dengan cara yang membingungkan. Lebih memilih berusaha ala kadarnya ketimbang mengupayakan yang baik. Bahkan, pada bagian-bagian terpenting dalam hidup kita tidak memberikan yang terbaik. Pada akhir perjalanan kita terkejut saat melihat apa yang telah kita lakukan dan menemukan diri kita hidup di dalam sebuah rumah yang kita ciptakan sendiri. Seandainya kita menyadari sejak semula kita akan menjalani hidup ini dengan cara yang jauh berbeda.

Renungkanlah rumah yang sedang kita bangun. Setiap hari kita memukul paku, memasang papan, mendirikan dinding dan atap. Mari kita selesaikan rumah kita dengan sebaik-baiknya seolah-olah hanya mengerjakannya sekali saja dalam seumur hidup. Biarpun kita hanya hidup satu hari, maka dalam satu hari itu kita pantas untuk hidup penuh keagungan dan kejayaan.

Apa yang bisa diterangkan lebih jelas lagi. Hidup kita esok adalah akibat dari sikap dan pilihan yang kita perbuat di hari ini. Hari perhitungan adalah milik Tuhan, bukan kita, karenanya pastikan kita pun akan masuk dalam barisan kemenangan.

“HIDUP ADALAH PROYEK YANG KITA KERJAKAN SENDIRI”


(sumber : Airhidup)

Labels:

Sonntag, 13. April 2008

Sabar dan Bodoh

Konon di Tiongkok pernah hidup seorang hakim yang sangat dihormati karena tegas dan jujur. Ia memutuskan setiap perkara dengan adil, tanpa pandang bulu. Suatu hari, dua orang menghadap hakim tersebut. Mereka bertengkar hebat dan nyaris beradu fisik. Keduanya meminta keputusan atas kasus mereka yang sebenarnya sangat sepele.

Keduanya berdebat tentang hitungan 3x7. Yang satu mengatakan hasilnya 21, yang lain bersikukuh mengatakan hasilnya 27. Ternyata sang hakim memvonis hukuman cambuk 10x bagi orang yang menjawab benar. Spontan si terhukum protes.


Sang hakim menjawab, "Kamu bodoh, mau-maunya berdebat dengan orang orang bodoh yang tidak tahu kalau 3x7 adalah 21!" Kalau ada orang berbeda pendapat dengan kita, katakan pada diri sendiri bahwa dia belum mengerti, lalu bersabarlah.


Karena kesabaran artinya membantu dia mengerti dan menyerahkan dia kepada Tuhan Yang bisa saya ambil dari cerita ini adalah bahwa jika kita sibuk memperdebatkan sesuatu yang tidak berguna, artinya kita sama salahnya atau bahkan lebih salah daripada orang yang memulai perdebatan. Sebab dengan sadar kita membuang waktu dan energi untuk sesuatu yang sebenarnya tidak perlu.

Berlaku benar adalah sebuah pilihan. Meskipun kita tidak bisa dengan mudah mengubah perasaan kita mengenai masalah yang kita hadapi, kita masih tetap bebas untuk memilih tindakan yang benar.


Sumber: (Air Hidup_ Surat kabar Thailand)

Labels:

Sonntag, 2. Dezember 2007

Berpikirlah Sederhana

Terpetik sebuah kisah, seorang pemburu berangkat ke hutan dengan membawa busur dan tombak. Dalam hatinya dia berkhayal mau membawa hasil buruan yang paling besar, yaitu seekor rusa. Cara berburunya pun tidak pakai anjing pelacak atau jaring penjerat, tetapi menunggu di balik sebatang pohon yang memang sering dilalui oleh binatang-binatang buruan.

Tidak lama ia menunggu, seekor kelelawar besar kesiangan terbang hinggap di atas pohon kecil tepat di depan si pemburu. Dengan ayunan parang atau pukulan gagang tombaknya, kelelawar itu pasti bisa diperolehnya. Tetapi si pemburu berpikir, "untuk apa merepotkan diri dengan seekor kelelawar? Apakah artinya dia dibanding dengan seekor rusa besar yang saya incar?".

Tidak lama berselang, seekor kancil lewat. Kancil itu sempat berhenti di depannya bahkan menjilat-jilat ujung tombaknya tetapi ia berpikir, "Ah, hanya seekor kancil, nanti malah tidak ada yang makan, sia-sia." Agak lama pemburu menunggu. Tiba-tiba terdengar langkah-langkah kaki binatang mendekat, pemburupun mulai siaga penuh, tetapi ternyata, ah..... kijang.

Ia pun membiarkannya berlalu. Lama sudah ia menunggu, tetapi tidak ada rusa yang lewat, sehingga ia tertidur. Baru setelah hari sudah sore, rusa yang ditunggu lewat. Rusa itu sempat berhenti di depan pemburu, tetapi ia sedang tertidur. Ketika rusa itu hampir menginjaknya, ia kaget. Spontan ia berteriak, "Rusa......!!!" sehingga rusanya pun kaget dan lari terbirit-birit sebelum sang pemburu menombaknya. Alhasil ia pulang tanpa membawa apa-apa.

Banyak orang yang mempunyai idealisme terlalu besar untuk memperoleh sesuatu yang diinginkannya. Ia berpikir yang tinggi-tinggi dan bicaranya pun terkadang sulit dipahami. Tawaran dan kesempatan-kesempatan kecil dilewati begitu saja, tanpa pernah berpikir bahwa mungkin di dalamnya ia memperoleh sesuatu yang berharga.

Tidak jarang orang-orang seperti itu menelan pil pahit karena akhirnya tidak mendapatkan apa-apa. Demikian juga dengan seseorang yang bergumul dengan pasangan hidup yang mengharapkan seorang gadis cantik atau perjaka tampan yang baik, pintar dan sempurna lahir dan batin, akhirnya harus puas dengan tidak menemukan siapa-siapa.

Berpikir sederhana, bukan berarti tanpa pertimbangan logika yang sehat. Kita tentunya perlu mempunyai harapan dan idealisme supaya tidak asal tabrak. Tetapi hendaknya kita ingat bahwa seringkali Tuhan mengajar manusia dengan perkara-perkara kecil terlebih dahulu sebelum mempercayakan perkara besar, dan lagipula tidak ada sesuatu di dunia yang perfect yang memenuhi semua idealisme kita. Berpikirlah sederhana!!

{sumber : secrapamana.net}

Labels:

Freitag, 24. August 2007

Beauty Tips



For attractive lips, speak words of kindness. For beautiful eyes, look for the good in other people.

To lose weight, let go of stress, hatred, anger, contentment and the need to control others. To improve your ears, listen to the word of God.

Rather than focus on the thorns of life, smell the roses and count your blessings, giving thanks for each one of them. For poise, walk with knowledge and self-esteem.To strengthen your arms, hug at least 3 people a day. Touch someone with your love. To strengthen your heart, forgive yourself and others. Don't worry and hurry so much.

Rather than walk this earth lightly, walk firmly with determination and leave your mark. For the ultimate in business, casual or evening attire put on the robe of Christ; it fits like a glove but allows room for growth. Best of all, it never goes out of style and is appropriate for any occasion. Doing these things on a daily basis will certainly make you a more beautiful person.

Peace Is Not The Absence Of Trouble But The Presence of God

Labels:

Donnerstag, 26. Juli 2007

waspadai lagu anak-anak!!!

Lagu anak-anak yang populer ternyata mengandung banyak kesalahan,
mengajarkan kerancuan, dan menurunkan motivasi.
mari kita buktikan :

"Balonku ada 5... rupa-rupa warnanya... merah, kuning, kelabu.. merah
muda dan biru... meletus balon hijau, dorrrr!!!"
Perhatikan warna-warna kelima balon tsb, kenapa tiba2 muncul warna
hijau ? Jadi jumlah
balon sebenarnya ada 6, bukan 5 !

"Aku seorang kapiten... mempunyai pedang panjang...kalo berjalan
prok..prok.. prok... aku seorang kapiten!"
Perhatikan di bait pertama dia cerita tentang pedangnya, tapi di bait
kedua dia cerita tentang sepatunya (inkonsistensi) . Harusnya dia
tetap konsisten, misal jika ingin cerita tentang sepatunya seharusnya
dia bernyanyi : "mempunyai sepatu baja (bukan pedang panjang)... kalo
berjalan prok..prok.. prok.." nah, itu baru klop! jika ingin cerita
tentang pedangnya, harusnya dia bernyanyi : "mempunyai pedang
panjang... kalo berjalan ndul..gondal. .gandul.. atau srek.. srek..
srek.." itu baru sesuai dgn kondisi pedang panjangnya!

"Bangun tidur ku terus mandi.. tidak lupa menggosok gigi.. habis mandi
ku tolong ibu.. membersihkan tempat tidurku.."
Perhatikan setelah habis mandi langsung membersihkan tempat tidur.
Lagu ini membuat
anak-anak tidak bisa terprogram secara baik dalam menyelesaikan
tugasnya dan selalu terburu-buru.
Sehabis mandi seharusnya si anak pakai baju dulu dan tidak langsung
membersihkan tempat tidur dalam kondisi basah dan telanjang!

"Naik-naik ke puncak gunung.. tinggi.. tinggi sekali..kiri kanan
kulihat saja.. banyak pohon cemara..2X"
Lagu ini dapat membuat anak kecil kehilangan konsentrasi, semangat dan
motivasi! Pada awal lagu terkesan semangat akan mendaki gunung yang
tinggi tetapi kemudian ternyata setelah melihat jalanan yg tajam
mendaki lalu jadi bingung dan gak tau mau berbuat apa, bisanya cuma
noleh ke kiri ke kanan aja, gak maju2!

"Naik kereta api tut..tut..tut. . siapa hendak turut ke Bandung ..
Sby.. bolehlah naik dengan naik percuma..ayo kawanku lekas naik..
keretaku tak berhenti lama"
Nah, yg begini ini yg parah! mengajarkan anak-anak kalo sudah dewasa
maunya gratis melulu.
Pantesan PJKA rugi terus! terutama jalur Jakarta-Malang dan
Jakarta-Surabaya!

"Di pucuk pohon cempaka.. burung kutilang berbunyi.. bersiul2
sepanjang hari dg tak jemu2..mengangguk2 sambil bernyanyi tri li
li..li..li.. li..li.."
Ini juga menyesatkan dan tidak mengajarkan kepada anak2 akan realita
yg sebenarnya.
Burung kutilang itu kalo nyanyi bunyinya cuit..cuit.. cuit ! kalo tri
li li li li itu bunyi kalo yang nyanyi orang (catatan: acara lagu
anak2 dengan presenter agnes monica waktu dia masih kecil adalah Tra
la la tri li li!), bukan burung!

"Pok ame ame.. belalang kupu2.. siang makan nasi, kalo malam minum susu.."
Ini jelas lagu dewasa dan tidak konsumsi anak2! karena yg disebutkan
di atas itu adalah
kegiatan orang dewasa, bukan anak kecil. Kalo anak kecil, karena belom
boleh maem nasi, jadi
gak pagi gak malem ya minum susu!

"Nina bobo nina bobo oh nina bobo... kalau tidak bobo digigit nyamuk"
menurut psikolog: jadi sekian tahun anak2 indonesia diajak tidur dgn
lagu yg penuh nada mengancam

"Bintang kecil dilangit yg biru..."
(Bintang khan adanya malem,lah kalo malem bukannya langit warnanya?)

"Ibu kita Kartini...harum namanya"
(Namanya Kartini atau Harum?)

"Pada hari minggu..naik delman istimewa kududuk di muka"
(Nah, gak sopan khan..)

"Cangkul-cangkul, cangkul yang dalam, menanam jagung dikebun kita..."
(kalo mau nanam jagung,ngapain dalam-dalam emang mo bikin sumur?)

Labels:

Donnerstag, 19. Juli 2007

Kaya

Ada seorang yang kaya raya. Dia sangat berhitungan dengan uangnya, bahkan terhadap isterinya sendiri. Suatu minggu, disiang hari bolong, waktu sedang bersantai di teras rumahnya, tiba-tiba rumahnya didatangi sekawanan perampok sadis. Dia shock dan trauma sekali.Dia lalu pindah ke rumah lain yang lebih besar dan lebih ketat juga penjagaan keamanannya. Tetapi persoalannya tidak selesai sampai disitu. Dia terus dibayangi rasa takut. Takut terhadap dunia luar, takut terhadap orang asing. Setiap hari kerjanya hanya mengurung diri di kamar, tidak mau makan. Ternyata uang dan kekayaannya tidak bisa membuat hidupnya damai dan bahagia. Memang tidak salah untuk menjadi kaya, tetapi hati-hati kekayaan dapat juga membahayakan. Membahayakan, bila kita ingin menjadi kaya dengan menghalalkan segala cara. Membahayakan, bila kekayaan itu membuat kita hanya memikirkan diri sendiri dan kita nikmati sendiri. Kita menjadi egois dan egosentris. Kekayaan sesungguhnya adalah berkat Tuhan.

Kekayaan tidak identik dengan uang atau materi. Kekayaan menyangkut juga talenta, tenaga, pikiran, perhatian, penghiburan dan kasih yang kita miliki. Jikalau kekayaan merupakan berkat Tuhan, maka biarlah kita belajar untuk tidak lupa memberi. Barangkali dengan kekayaan yang kita miliki, kita dapat menolong, menyelamatkan, menghibur, menguatkan atau membahagiakan hidup orang lain. Bukankah Tuhan mengajarkan kita bahwa, "Lebih berbahagia memberi daripada menerima (Kis. 20:36)?" Karena itu janganlah kita hanya menyimpan kekayaan untuk diri sendiri. Kekayaan akan semakin indah apabila orang lain pun turut merasakan dan menikmatinya. Selamat memberi dan berbagi. (Lien)

"Jangan bersusah payah untuk menjadi kaya, tinggalkan niatmu ini. Kalau engkau mengamat-amatinya, Ienyaplah ia, karena tiba--tiba ia bersayap, Ialu terbang ke angkasa seperti raja wali".(Amsal 23:4-5)

Labels:

Donnerstag, 21. Juni 2007

Adakah yang mendoakanmu?

Adakah yang mendoakanmu ?

Disaat hatimu gelisah, dan engkau sedang menghadapi pergumulan hidup, yang dimana kau hanya bisa berdoa, sampai mencucurkan air mata, karena begitu beratnya masalah yang menimpa dirimu, tapi kau merasa bahwa doamu itu tak cukup. Lalu, pernahkah engkau berpikir bahwa adakah seseorang yang mendoakanmu ? Yang peduli akan dirimu ?.

Tuhan menciptakan kita bukan untuk bersedih di dunia ini. Bilamana engkau sedang meng-hadapi suatu cobaan hidup, Ia memberikan jamahanNya kepadamu. Bisa saja jawaban itu melalui sahabat2mu, kekasihmu, keluargamu ataupun orang lain yang sama sekali tidak kau kenal. Tuhan mengenali diri kita lebih baik, daripada kita yang mengenali diri kita sendiri. Dia tahu apa yang kau butuhkan, dan jauh sebelumnya, Ia sudah menyiapkannya bagimu. Ia menghendaki rencana dan rancangan yang terindah bagi dirimu. Ia memberikan seseorang untuk mendoakanmu.

Lalu engkau bertanya : "Siapakah yang mendoakanku?" Ya.... engkau pasti tak tahu siapakah orang itu. Tapi percayalah pasti ada yang mendoakanmu. Bisa saja engkau didoakan oleh sahabat yang sangat mengasihimu, oleh keluarga yang sangat menyayangimu, atau bisa juga oleh seseorang yang menyukai dirimu.Sahabatku, apabila kita mendoakan seseorang, itu artinya kita sudah memberikan kasih kepadanya. Karena doa itu adalah kasih yang tidak terlihat bagi dunia yang terlihat. Ingatlah, kasih itu tidak memegahkan diri, menutupi segala sesuatu dan mengharapkan segala sesuatu. Jika kita sedang mendoakan seseorang, doakanlah orang itu dengan sungguh dan harapkanlah segala sesuatu yang terbaik baginya, dan janganlah doamu itu diketahui oleh siapapun. Jadi, mulai sekarang doakanlah setiap orang yang sedang membutuhkan jamahan Tuhan terhadap dirinya, doakanlah seseorang yang engkau cintai dan sayangi. Dan jangan lupa! doakan juga musuhmu, karena doa itu mengungkapkan maksud Tuhan yang tersembunyi.(Inggou)

Labels:

Dienstag, 12. Juni 2007

Warna Persahabatan

Di suatu masa warna-warna dunia mulai bertengkar Semua menganggap dirinyalah yg terbaik yg paling penting yg paling bermanfaat yg paling disukai.

HIJAU berkata: "Jelas akulah yg terpenting. Aku adalah pertanda kehidupan dan harapan. Aku dipilih untuk mewarnai rerumputan, pepohonan dan dedaunan. Tanpa aku, semua hewan akan mati. Lihatlah ke pedesaan, aku adalah warna mayoritas..."

BIRU menginterupsi: "Kamu hanya berpikir tentang bumi, pertimbangkanlah langit dan samudra luas. Airlah yg menjadi dasar kehidupan alam; dan awan mengambil kekuatan dari kedalaman lautan. Langit memberikan ruang kedamaian dan ketenangan. Tanpa kedamaian, kamu semua tdk akan menjadi apa-apa"

KUNING cekikikan: "Kalian semua serius amat sih? Aku membawa tawa, kesenangan dan kehangatan bagi dunia. Matahari berwarna kuning, dan bintang-bintang berwarna kuning. Setiap kali kau melihat bunga matahari, seluruh dunia mulai tersenyum. Tanpa aku, dunia tdk ada kesenangan."

ORANGE menyusul dengan meniupkan trompetnya: "Aku adalah warna kesehatan dan kekuatan. Aku jarang, tetapi aku berharga karena aku mengisi kebutuhan kehidupan manusia. Aku membawa vitamin-vitamin terpenting. Pikirkanlah wortel, labu, jeruk, mangga dan pepaya. Aku tdk ada dimana-mana setiap saat, tetapi aku mengisi lazuardi saat fajar atau saat matahari terbenam. Keindahanku begitu menakjubkan hingga tak seorangpun dari kalian akan terbetik di pikiran orang."

MERAH tdk bisa diam lebih lama dan berteriak: "Aku adalah Pemimpin kalian. Aku adalah darah - darah kehidupan! Aku adalah warna bahaya dan keberanian. Aku berani untuk bertempur demi suatu kausa. Aku membawa api ke dalam darah. Tanpa aku, bumi akan kosong laksana bulan. Aku adalah warna hasrat dan cinta, mawar merah, poinsentia dan bunga poppy."

UNGU bangkit dan berdiri setinggi-tingginya ia mampu: Ia memang tinggi dan berbicara dengan keangkuhan. "Aku adalah warna kerajaan dan kekuasaan. Raja, Pemimpin dan para Uskup memilih aku sebagai pertanda otoritas dan kebijaksanaan. Tdk seorangpun menentangku. Mereka mendengarkan dan menuruti kehendakku."

Akhirnya NILA berbicara, lebih pelan dari yg lainnya, namun dengan kekuatan niat yg sama: "Pikirkanlah tentang aku. Aku warna diam. Kalian jarang memperhatikan adaku, namun tanpaku kalian semua menjadi dangkal. Aku merepresentasikan pemikiran dan refleksi, matahari terbenam dan kedalaman laut. Kalian membutuhkan aku untuk keseimbangan dan kontras, untuk doa dan ketentraman batin." Jadi, semua warna terus menyombongkan diri, masing-masing yakin akan superioritas dirinya. Perdebatan mereka menjadi semakin keras. Tiba-tiba, sinar halilitar melintas membutakan. Guruh menggelegar. Hujan mulai turun tanpa ampun. Warna-warna bersedeku bersama ketakutan, berdekatan satu sama lain mencari ketenangan.

Di tengah suara gemuruh, Hujan berbicara: "WARNA-WARNA, kalian bertengkar satu sama lain, masing-masing ingin mendominasi yg lain. Tdkkah kalian tahu bhw kalian masing-masing diciptakan untuk tujuan khusus, unik dan berbeda? Berpegangan tanganlah dan mendekatlah kepadaku!" Menuruti perintah, warna-warna berpegangan tangan mendekati hujan, yg kemudian berkata: "Mulai sekarang, setiap kali hujan mengguyur, masing-masing dari kalian akan membusurkan diri sepanjang langit bagai busur warna sebagai pengingat bhw kalian semua dapat hidup bersama dalam kedamaian.

Pelangi adalah pertanda Harapan Hari Esok." Jadi, setiap kali HUJAN deras membasahi dunia, dan saat Pelangi memunculkan diri di angkasa marilah kita MENGINGAT untuk selalu MENGHARGAI satu sama lain.

Masing-masing kita mempunyai sesuatu yang unik kita semua diberikan kelebihan untuk membuat perubahan di dunia dan saat kita menyadari pemberian itu, lewat kekuatan visi kita, kita memperoleh kemampuan untuk membentuk masa depan ....

{sumber : milist}

Labels:

Dienstag, 15. Mai 2007

Indah Pada Waktunya

Apa yang sedang kamu alami sekarang !? Sukacita, dukacita, kesengsaraan, patah hati, dsb. Apa kamu pernah mengalami hal-hal tersebut ? Sudah tentu pasti, bukan!Hidup ini tak selalu pahit, pasti ada manisnya koq. Engkau tak selalu mendapatkan warna hitam, pasti suatu saat nanti akan mendapat warna biru, putih, ato pink. Yang penting bagaimana hatimu menyikapinya. Tuhan sesungguhnya melihat sikap kita. Bagaimana kita menyikapi semua keadaan ini.

Ingat, sikap itu adalah kuas cat dari pikiran. Warna apa yang akan kita berikan dalam menyikapi suatu pencobaan!? Hitam yang berarti kebencian atau biru yang berarti pengharapan.Yang berperan penting dalam semua tindakan kita ini adalah hati. Bagaimana kita menerimanya, juga bagaimana kita melampiaskannya. Guys.... bersyukurlah dengan apa yang kamu miliki sekarang. Di dunia ini, kita tak selalu mendapatkan apa yang kita suka.
Oleh sebab itu, sukailah apa pun yang kita dapatkan. Kualitas hati tertinggi adalah untuk selalu mengucap syukur kepada-Nya. Jika kau tak memperoleh apa yang kau suka atau yang terjadi itu di luar kehendakmu, renungkanlah! Pasti di balik itu semua ada rencana baik Tuhan yang lebih sesuai denganmu. Karna Tuhan tahu betul bagaimana kepribadianmu. Ia mengenal hatimu. Dan Ia tahu rancangan apa yang terbaik bagimu. Kita hanya melihat apa yang di depan mata, tetapi Tuhan melihat jauh ke dalam hati.

Sesungguhnya hidup ini penuh dengan kebahagiaan. Kebahagiaan yang terbaik dari Tuhan itu sudah ada dan dekat pada diri kita, hanya saja kita yang tak pernah menyadarinya. Seperti ikan yang selalu mencari-cari dimanakah air itu, padahal sebenarnya ia sudah berada dan hidup di dalam air itu. Seperti itu juga-lah manusia. Jadi, jangan khawatir! Bunga Bakung yang tumbuh di lembah saja, diberi keindahan oleh Tuhan, bahkan Raja Salomo pun yang di dalam kemegahannya tak pernah mempunyai baju seindah warna bunga Bakung itu. So, apa yang kamu takutkan s’karang!? Hiduplah di dalam Pengharapan dan Tuhan pasti akan mengabulkannya. (Inggou)

Labels: