"Rahasia Kasih"

You're it, showed me how beautiful life can be when I had given up hope. You're it, I live how I am. You are to me the closeness and security. You're there, I always daily energy. Thank you from my heart! or here ... I thank you for the wonderful hours ... I thank you for your openness ... I thank you for your confidence ... I thank Gov. .. I just thank you for everything! YOU are something very special in my life! I am glad that I've Register .. I Love You.....

Mittwoch, 4. Juni 2008

Apa arti hidupmu??


pengarang : Pinkrose

Setelah mengalami banyak kejadian yang membawa kita dekat dengan maut seperti tsunami, gempa, topan, badai, kecelakaan pesawat terbang, tenggelamnya kapal laut, flu burung, dan lain sebagainya, banyak orang mulai berpikir. Sebenarnya, apakah arti hidup ini? Bagaiamana nanti nasib saya nanti? Apakah yang akan saya lakukan supaya saya bisa mendapatkan arti hidup ini? Apakah yang harus saya lakukan supaya saya tidak takut bila maut datang menjemput saya? Banyak orang sangat takut mendengar kata maut ataupun kematian. Mereka pikir itulah akhir dari segalanya. Mengapa mereka takut? Karena mereka belum menemukan dan menjalani hidup yang berarti.

Kebanyakan orang masih dalam proses pencarian arti hidup. Mereka tidak tahu mau kemana dan belum siap. Bagaimana menjalani hidup yang berarti itu? Hidup yang berarti, bukan diukur dari berapa lamanya kita hidup, tapi kualitas kehidupan yang kita jalani. Banyak orang berpikir, mendapatkan hidup yang berarti itu ketika mereka bisa hidup sampai 100 tahun, punya tabungan yang banyak di bank, punya aset dan investasi dimana-mana, populer dan diseganai public dan lain sebagainya Tidak ada salahnya kita mendaptkan semua itu.

Tapi bagi orang beriman, hidup yang berarti itu tidak diukur dengan pencapaian-pencapaian tersebut. Bagi orang beriman, hidup yang berarti adalah hidup yang bergaul dan mengenal Allah secara pribadi Contohnya Henokh, kalupun dirata-ratakan dengan usia sekrang di hanya hidup sampai umur 30 an saja, namun dialah orang yang paling menikmati hidup ini karena ia bergaul dengan Allah. Dia tidak melakukan apa yang dikatakan dunia sebagai suatu pencapaian prestasi, tapi Allah mengatakan dia orang yang berkenan di hati Allah, karena itu Allah mengangkatnya. Paulus juga, orang yang tidak takut akan kematian. Justru ia berkata, “Bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan”.

Dia menikmati pelayanan yang dia lakukan untuk Kristus. Kapan pun maut menjemputnya ia siap. Apakah kita bisa berkata seperti itu? Jadi, kalau anda takut akan kematian ataupun lagi merenungkan apa arti hidup anda, tanyakan pada diri sendiri, apakah saya sudah hidup bergaul dengan Allah seperti Henokh dan sudah melayani Kristus seperti Paulus? Kalau anda sudah melakukannya. Jangan takut akan kematian. Hidup anda sangat berarti di hadapan Tuhan !!!

Pinkrose, Paris van Java, 22012007

Tuhan memberkati selalu …


{sumber : Bible}

Labels:

1 Kommentare:

Am/um Montag, Juni 09, 2008 , Anonymous Anonym meinte...

keterikatan dalam kasih memang menyajikan rasa hormat serta rasa sayang yang tulus, terlebih untuk Tuhan, Arjuna yakin patrick akan menjadi hamba Allah yang beriman dan mampu memberikan arti lebih trehadap Tuhan Yesus.. Arjuna agamanya Hindu tapi arjuna yakin bahwa iman kita yang kerap menyelamatkan setiap langkah hidup pikiran dan perkataan kita.. selamt ya..syallom

 

Kommentar veröffentlichen

Abonnieren Kommentare zum Post [Atom]

<< Startseite